aku menangis dalam renungan ,
bersama turunnya hujan di pagi hari ,
sat mentari masih tersimpan dalam persembunyiannya ,
saat langit tak secerah biasanya ,
gelap tak berbentuk . .
aku menangis sendiri ,
dalam suasana dingin yang menusuk ,
membunuh hati yang berdenyut ,
dan jantung yang berdetak semakin kencang .
aku tak mampu bernafas dalam suasana haru ,
hanya tetesan airmata yang mampu menunjukan betapa aku kehilangan .
aku tak kehilangan dia untuk selamanya ,
aku tak kehilangan dia dari kehidupan ,
aku tak kehilangan dia dari keseharian ,
aku hanya kehilangan senyumanya ,
aku kehilangan hati dan rindunya ,
aku kehilangan perhatiannya ,
sesungguhnya aku tak sedang kehilangan raganya.
namun aku telah kehilangan cintanya ,
perasaan indah yang dulu ada darinya untukku
bersama turunnya hujan di pagi hari ,
sat mentari masih tersimpan dalam persembunyiannya ,
saat langit tak secerah biasanya ,
gelap tak berbentuk . .
aku menangis sendiri ,
dalam suasana dingin yang menusuk ,
membunuh hati yang berdenyut ,
dan jantung yang berdetak semakin kencang .
aku tak mampu bernafas dalam suasana haru ,
hanya tetesan airmata yang mampu menunjukan betapa aku kehilangan .
aku tak kehilangan dia untuk selamanya ,
aku tak kehilangan dia dari kehidupan ,
aku tak kehilangan dia dari keseharian ,
aku hanya kehilangan senyumanya ,
aku kehilangan hati dan rindunya ,
aku kehilangan perhatiannya ,
sesungguhnya aku tak sedang kehilangan raganya.
namun aku telah kehilangan cintanya ,
perasaan indah yang dulu ada darinya untukku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar